Menguatkan Literasi Numerasi Melalui Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Program pengabdian kepada masyarakat kembali menunjukkan jejak positifnya di Desa Kebon melalui kegiatan yang digagas oleh mahasiswa Prodi Matematika. Dengan semangat edukatif yang kuat, program ini menghadirkan pengalaman belajar berhitung yang sederhana namun bermakna bagi anak-anak desa.
Dalam foto kegiatan, terlihat seorang mahasiswa bersama perwakilan desa sedang memegang sertifikat apresiasi serta lembar puzzle penjumlahan—media kreatif yang digunakan dalam pembelajaran. Momen tersebut menggambarkan bentuk kerja sama yang hangat antara mahasiswa Prodi Matematika dan masyarakat Desa Kebon dalam mendukung peningkatan literasi numerasi sejak usia dini.
Kegiatan bertajuk “Jejak Angka di Desa Kebon” ini berfokus pada penguatan kemampuan dasar matematika melalui metode yang menyenangkan. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai aktivitas seperti puzzle penjumlahan, permainan angka, serta latihan berhitung interaktif. Dengan pendekatan yang ramah dan kreatif, pembelajaran matematika tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sulit, melainkan kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.
Respons masyarakat, terutama para orang tua, sangat positif. Mereka menyambut baik hadirnya media belajar baru yang sederhana namun efektif. Sementara itu, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Pendekatan Prodi Matematika dalam menyajikan permainan edukatif berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan menarik.
Penyerahan sertifikat dalam foto menjadi simbol dari keberhasilan kegiatan serta apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi pembelajaran di desa. Lebih dari itu, kegiatan ini menguatkan nilai bahwa matematika dapat dikenalkan dengan cara yang ramah, menyenangkan, dan dapat diterima oleh semua kalangan.
Program Jejak Angka di Desa Kebon tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Prodi Matematika. Mereka belajar mengaplikasikan ilmu secara langsung, mengembangkan kemampuan komunikasi, sekaligus memahami kondisi pendidikan di masyarakat.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, menjadi inspirasi bagi program-program edukasi lainnya. Dengan langkah kecil namun konsisten, literasi numerasi di desa dapat tumbuh lebih kuat, membawa manfaat jangka panjang bagi generasi penerus.